Yang Menentukan Kemenangan

Yang menentukan Kemenangan
Yang menentukan Kemenangan

Kuda diperlengkapi untuk hari peperangan,

tetapi kemenangan ada di tangan TUHAN.

(Amsal 21:31)

Jaman dahulu peperangan dapat ditentukan pemenangnya hanya dengan melihat jumlah kuda yang berperang. Jadi jumlah kuda (cavaleri) yang paling banyak maka dapat di pastikan bahwa dialah pemenangnya. Jaman sekarang bukanlah jumlah kuda yang menentukan kemenangan dalam peperangan melainkan bom atom, nuklir, roket, pesawat tepur tanpa awak dll. Dan semua kemenangan itu hanya di perkirakan oleh pikiran melihat persenjataan yang ada.

Namun kenyataannya Firman Tuhan mengatakan kemenangan ada ditangan Tuhan. Manusia dapat mereka-reka kemenangan dengan skill dan persenjataan yang canggih namun Tuhan yang menentukan kemenangan. Jadi janganlah berharap hanya kepada apa yang dapat dilihat mata tapi berharaplah kepada apa yang menentukan kemengan itu sendiri. Apa yang tidak mungkin bagi manusia justru itu mungkin bagi Allah.

Manusia banyak terikat oleh pemikiran bahwa kemenangan itu adalah jika proyek itu Gol, jika dapat kontrak dalam jumlah besar, jika mendapat berkat sangat berlimpah. Dll. Hal itu sah-sah saja. Namun semua itu hanya bonus dari kemenangan yang sebenarnya. Kemenangan haruslah di perjuangkan setiap hari bukan di bagian ending (akhir). Artinya seseorang harus selalu menjaga kekudusan dirinya dan jangan sampai jatuh di dalam dosa, pada saat dapat mengalahkan dosa maka itu adalah kemenenagan yang sesungguhnya. Dapat mengalahkan karakter yang tidak berkenan, dapat mengalahkan rasa kantuk yang luar biasa pada saat doa pagi, dapat meredam emosi, dapat melakukan self control dengan baik, menjaga hati, menjaga mata, menjaga perbuatan karena sesungguhnya itu adalah perjuangan/ peperangan yang ada dan harus dikalahkan. Setelah raksasa diri sendiri dapat di taklukan maka kelimpahan yang kita terima merupakan hadiah dari kemenangan demi kemenangan.

Masalahnya dengan kekuatan dan akal manusia kita tidak dapat mengalahkan goliat dalam diri kita dan harus menggunakan kuasa Tuhan. Seseorang yang sudah menjadi pencandu akan sulit berhenti dari candu nya jika tidak dengan kuasa Tuhan. Seseorang tidak akan merasa memiliki karakter buruk jika Tuhan tidak menunjukan padanya segala kelemahannya. Seseorang akan selalu menjadi sombong dan angkuh tanpa pernah disadarinya jika Tuhan tidak campur tangan. Oleh sebab itu bergantung kepada Tuhan adalah awal dari kemenangan.

Sosok yang paling kuat adalah diri sendiri

Jika bisa mengalahkan diri sendiri maka dapat mengalahkan dunia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *